PATI, ynmedia.co.id – Rencana revitalisasi Stadion Joyo Kusumo Pati hingga kini masih menghadapi kendala dari sisi pendanaan. Memasuki Agustus 2026, dukungan anggaran pemerintah pusat yang diharapkan untuk menunjang pembenahan stadion tersebut belum mendapatkan kepastian.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, mengatakan komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah dilakukan sejak awal tahun. Pembahasan tersebut salah satunya berkaitan dengan peluang dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat untuk revitalisasi stadion.
Dari hasil komunikasi sementara, pemerintah pusat disebut baru mengalokasikan sekitar Rp6 miliar pada 2026. Joni menilai besaran tersebut masih jauh dari kebutuhan apabila pekerjaan yang dilakukan mencakup pembongkaran Stadion Joyo Kusumo secara keseluruhan.
“Kalau anggarannya sekitar Rp6 miliar, tentu belum cukup untuk membongkar stadion secara total. Kebutuhan pekerjaan untuk proyek sebesar itu jauh lebih besar,” jelasnya.
Kondisi tersebut, menurut Joni, membuat pemerintah daerah harus berhati-hati dalam menentukan tahapan pembangunan. Rencana pekerjaan perlu disesuaikan dengan kemampuan anggaran agar pelaksanaannya tidak berhenti di tengah jalan.
Ia menegaskan, pembangunan fasilitas olahraga dengan skala besar memang membutuhkan perencanaan pembiayaan secara bertahap. Karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus terlebih dahulu dipastikan memiliki dukungan anggaran yang memadai.
“Sekarang yang perlu dipastikan adalah kemampuan anggarannya. Kalau dana yang tersedia belum mencukupi, jangan sampai dipaksakan untuk membongkar seluruh bagian stadion,” ujarnya.
Komisi C DPRD Pati masih menantikan perkembangan terkait kemungkinan penambahan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Kepastian tersebut dinilai penting untuk menentukan desain tahapan revitalisasi secara lebih realistis dan terukur.
Joni berharap upaya pengajuan dukungan anggaran yang sebelumnya turut diperjuangkan melalui anggota DPR RI dari daerah pemilihan Pati dapat segera memperoleh kejelasan.
“Kalau tambahan anggaran dari pusat bisa direalisasikan, tentu akan sangat membantu. Namun sampai saat ini kami masih menunggu kepastian mengenai realisasinya,” pungkasnya.
(ADV)










