PATI, ynmedia.co.id – Gelaran Pati Esports Tournament 2026 dinilai dapat menjadi momentum untuk membangun ekosistem esports yang lebih luas di Kabupaten Pati. Sebab, keberadaan atlet saja belum cukup untuk memastikan olahraga digital berkembang secara berkelanjutan.
Wakil Ketua II DPRD Pati dari Fraksi PKB, Bambang Susilo, menilai pengembangan esports membutuhkan dukungan berbagai unsur, mulai dari pemain, pelatih, komunitas, penyelenggara kompetisi hingga fasilitas latihan.
“Kalau ingin esports benar-benar berkembang, ekosistemnya harus dibangun. Tidak hanya pemain, tetapi juga pelatih, komunitas, penyelenggara kompetisi, fasilitas latihan, sampai sistem pembinaan yang jelas,” ujarnya.
Bambang mengatakan keberadaan kompetisi merupakan langkah awal untuk mempertemukan sekaligus menguji kemampuan para pemain. Namun setelah pertandingan berakhir, harus ada proses lanjutan agar pemain yang memiliki potensi dapat terus berkembang.
Menurutnya, ekosistem yang sehat juga akan membuat esports tidak hanya berorientasi pada kemenangan dalam satu pertandingan. Pemain dapat memiliki jalur pengembangan yang lebih jelas, sementara komunitas dapat menjadi ruang bertukar pengalaman dan pengetahuan.
“Turnamen ini bagus sebagai pintu masuk. Tetapi yang lebih penting adalah apa yang dilakukan setelah turnamen. Pemain potensial harus tetap mendapatkan ruang untuk berkembang,” katanya.
Bambang berharap pemerintah daerah bersama komunitas dan stakeholder terkait dapat mulai memikirkan pola pembinaan yang lebih terstruktur. Dengan begitu, geliat esports di Pati tidak berhenti sebagai tren, tetapi mampu tumbuh menjadi salah satu bidang prestasi generasi muda daerah.
(ADV)










