Kemacetan Pati-Tayu Dinilai Mulai Ganggu Kelancaran Ekonomi

banner 468x60

PATI, ynmedia.co.id — Kepadatan lalu lintas di ruas Pati-Tayu dinilai tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga mulai berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Waktu tempuh yang semakin panjang dapat membuat distribusi barang menjadi kurang efisien dan meningkatkan biaya operasional pelaku usaha.

Anggota DPRD Kabupaten Pati, Yoga, mengatakan jalur Pati-Tayu memiliki fungsi penting sebagai penghubung mobilitas masyarakat sekaligus jalur distribusi berbagai kebutuhan. Karena itu, persoalan kepadatan lalu lintas perlu dilihat sebagai bagian dari tantangan konektivitas ekonomi.

Menurutnya, kendaraan pengangkut barang yang terjebak dalam kepadatan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tujuan. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi jadwal pengiriman maupun aktivitas usaha yang bergantung pada ketepatan waktu.

“Ketika arus kendaraan tersendat, dampaknya tidak berhenti pada pengendara. Ada barang yang harus dikirim, ada aktivitas usaha yang menunggu, dan ada biaya operasional yang terus berjalan,” ujar Yoga.

Ia menyebut pelaku usaha menjadi salah satu pihak yang cukup merasakan dampak dari perjalanan yang tidak efisien. Kendaraan distribusi harus berbagi ruang dengan kendaraan pribadi, sepeda motor, bus hingga kendaraan berat yang melintas di jalur tersebut.

Yoga menjelaskan, bertambahnya durasi perjalanan berpotensi meningkatkan sejumlah pengeluaran. Mulai dari konsumsi bahan bakar, waktu kerja pengemudi hingga perubahan jadwal distribusi dapat menjadi beban tambahan apabila kondisi lalu lintas sulit diprediksi.

“Bagi dunia usaha, waktu perjalanan sangat berkaitan dengan biaya. Semakin lama kendaraan berada di jalan, semakin besar pula potensi biaya yang harus ditanggung,” katanya.

Atas kondisi tersebut, Yoga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas Jalan Pati-Tayu. Menurutnya, ruas tersebut perlu dipandang sebagai jalur strategis yang menopang aktivitas perdagangan dan distribusi di wilayah Pati bagian utara.

Ia juga mendorong adanya pemetaan terhadap lokasi yang kerap menjadi titik perlambatan. Dengan mengetahui sumber persoalan secara lebih spesifik, penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak hanya bersifat sementara.

“Kalau arus distribusi lebih lancar, manfaatnya bisa dirasakan banyak pihak. Pedagang, pelaku usaha, petani maupun masyarakat umum akan lebih mudah menjalankan aktivitasnya,” jelas Yoga.

Ia menegaskan DPRD Pati akan terus mendorong perhatian pemerintah terhadap kondisi jalur Pati-Tayu. Peningkatan infrastruktur, menurutnya, perlu disesuaikan dengan pertumbuhan mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat.

“Jangan sampai pertumbuhan aktivitas masyarakat tidak diikuti peningkatan kapasitas jalan. Kalau konektivitas terganggu, perputaran ekonomi juga bisa ikut melambat,” pungkasnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *