DPRD Pati Dorong Penyerapan Telur Lokal untuk SPPG Berbasis Data Kebutuhan

banner 468x60

PATI, ynmedia.co.id — Penyerapan telur dari peternak lokal untuk mendukung kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pati dinilai perlu disusun dengan perencanaan yang lebih jelas. Salah satu langkah yang dianggap penting ialah memastikan kebutuhan setiap SPPG sebelum menentukan volume pasokan.

Ketua DPRD Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Ali Badrudin, mengatakan kerja sama antara peternak dan SPPG sebaiknya tidak hanya mengandalkan komunikasi secara langsung. Data kebutuhan masing-masing dapur perlu disiapkan agar jumlah telur yang diserap sesuai dengan kebutuhan pelayanan.

“Setiap SPPG harus diketahui kebutuhannya secara pasti. Berapa telur yang diperlukan dan berapa kemampuan penyerapannya, itu harus dipetakan terlebih dahulu,” ujar Ali.

Menurutnya, data tersebut dapat menjadi acuan untuk menyesuaikan kebutuhan SPPG dengan kemampuan produksi peternak lokal. Dengan adanya gambaran yang lebih jelas, peternak dapat mempersiapkan pasokan sesuai permintaan dan menghindari produksi yang tidak terserap.

Ali menilai asosiasi peternak unggas dapat dilibatkan dalam proses pemetaan tersebut. Data kebutuhan dari masing-masing SPPG nantinya dapat menjadi dasar untuk menyusun volume pasokan dan pola distribusi secara lebih terukur.

“Jangan sampai peternak sudah menyiapkan produksi dalam jumlah besar, ternyata kebutuhan SPPG tidak sebanyak itu. Sebaliknya, ketika kebutuhan tinggi, pasokan juga harus dipastikan tersedia,” jelasnya.

Selain menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan, pola tersebut dinilai dapat memberikan kepastian bagi kedua pihak. SPPG memperoleh telur sesuai kebutuhan, sementara peternak memiliki gambaran pasar yang lebih jelas untuk hasil produksinya.

Ali menambahkan, pembahasan mengenai penyerapan telur tidak seharusnya hanya berfokus pada persoalan harga. Sejumlah aspek lain seperti volume kebutuhan, kapasitas produksi, jadwal pengiriman serta mekanisme penyerapan juga perlu disepakati sejak awal.

“Kalau kebutuhan dan kemampuan produksi sudah terukur, pembahasan harga maupun bentuk kerja samanya akan lebih mudah. Yang terpenting semuanya berdasarkan kebutuhan yang benar-benar ada,” tandasnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *