PATI, ynmedia.co.id — Penguatan penyerapan telur hasil produksi peternak lokal untuk memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pati dinilai perlu disertai standar kualitas yang jelas. Kerja sama antara peternak dan SPPG diharapkan tidak hanya berorientasi pada harga, tetapi juga memastikan produk yang dipasok sesuai kebutuhan.
Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Sudi Rustanto, mengatakan kualitas menjadi aspek penting karena telur yang diserap akan digunakan untuk mendukung penyediaan makanan bagi masyarakat.
Menurutnya, penentuan harga yang kompetitif tetap diperlukan, namun tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan mutu produk yang diterima SPPG.
“Jangan hanya mengejar harga rendah, kemudian kualitasnya tidak diperhatikan. Telur yang diserap harus tetap memenuhi standar yang dibutuhkan,” ujar Sudi.
Ia menilai standar produk perlu disepakati sejak awal antara peternak dan pengelola SPPG. Kejelasan mengenai kondisi dan mutu telur yang diterima akan membantu menghindari perbedaan penilaian ketika proses penyerahan dilakukan.
Sudi mengatakan pembahasan terkait kualitas sebaiknya dilakukan bersamaan dengan penentuan kebutuhan dan harga. Dengan mekanisme tersebut, peternak memiliki gambaran yang jelas mengenai produk yang harus disiapkan, sedangkan SPPG memperoleh pasokan sesuai standar.
“Peternak perlu tahu secara jelas telur seperti apa yang dibutuhkan. Jangan hanya menyampaikan harga, tetapi standar kualitasnya juga harus dijelaskan,” katanya.
Menurut Sudi, keseimbangan antara harga dan kualitas akan menjadi fondasi penting dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan. Penyerapan dalam jumlah besar tidak akan optimal apabila produk yang diterima tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, standar yang jelas juga dapat mendorong peternak menjaga kualitas produksi secara konsisten. Hal tersebut sekaligus memberikan kepastian mengenai spesifikasi produk yang memiliki peluang untuk diserap oleh SPPG.
“Yang dibutuhkan bukan sekadar telur dengan harga tertentu, tetapi telur yang sesuai kebutuhan dan memenuhi kualitas yang telah disepakati bersama,” tegasnya.
Karena itu, Sudi mendorong agar pembahasan antara asosiasi peternak, SPPG dan pihak terkait nantinya turut memasukkan standar kualitas sebagai bagian dari mekanisme penyerapan. Dengan kesepakatan yang jelas, kerja sama diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat bagi kedua pihak.
(ADV)










