PATI, ynmedia.co.id — Regenerasi dan konsolidasi menjadi dua pekerjaan yang berjalan beriringan dalam penyegaran organisasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pati.
Di satu sisi, partai membutuhkan kader-kader baru untuk meneruskan estafet kepemimpinan. Di sisi lain, struktur organisasi tetap harus solid agar pergantian generasi tidak memutus hubungan partai dengan masyarakat.
Sekretaris DPC PKB Pati, Kastomo, mengatakan proses Musyawarah Anak Cabang menjadi bagian penting untuk memastikan struktur organisasi di tingkat kecamatan kembali memiliki arah kerja yang jelas.
“Yang kita bangun bukan hanya kepengurusan baru, tetapi organisasi yang mampu bekerja. Karena itu, konsolidasi dan regenerasi harus berjalan bersama,” ujar Kastomo.
PKB Pati melakukan penyegaran di 21 DPAC yang tersebar di lima daerah pemilihan. Kepengurusan baru tersebut diproyeksikan untuk masa bakti 2026–2031 setelah melalui tahapan uji kompetensi dan kelayakan calon ketua PAC.
Kastomo menilai struktur di tingkat kecamatan memiliki posisi penting karena menjadi titik temu antara kerja organisasi dan kebutuhan masyarakat.
Namun, regenerasi tidak berarti menutup pintu bagi kader lama.
Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Pati, Muhammadun, menekankan pentingnya pengalaman kader senior untuk mendampingi generasi yang baru masuk dalam struktur.
“Pergantian pengurus bukan berarti kader lama tidak lagi dibutuhkan. Justru mereka memiliki tugas untuk mendampingi kader muda agar proses regenerasi berjalan dengan baik,” kata Muhammadun.
Kedua pandangan tersebut bertemu pada satu kepentingan: menjaga kesinambungan organisasi.
Kastomo melihat struktur baru sebagai mesin organisasi yang harus mampu bergerak di lapangan. Sementara Muhammadun menempatkan pengalaman kader senior sebagai modal agar generasi baru tidak kehilangan arah.
“Anak muda membutuhkan ruang untuk berkembang, tetapi pengalaman senior juga tidak boleh hilang. Keduanya harus saling melengkapi,” ujar Muhammadun.
Bagi Kastomo, hasil akhir dari proses tersebut harus terlihat dari semakin kuatnya hubungan PKB dengan masyarakat.
“Struktur yang kuat harus berujung pada pelayanan politik yang lebih baik kepada masyarakat. Jangan sampai konsolidasi hanya selesai di ruang musyawarah,” tegasnya.
Dengan 21 kecamatan sebagai basis organisasi, PKB Pati kini memiliki pekerjaan lanjutan setelah kepengurusan baru terbentuk: memastikan kaderisasi menghasilkan kerja nyata dan konsolidasi benar-benar membuat partai semakin dekat dengan masyarakat.
Sebab, regenerasi tanpa konsolidasi berisiko membuat organisasi kehilangan arah. Sebaliknya, konsolidasi tanpa regenerasi dapat membuat partai kesulitan menyiapkan generasi penerus.
Keduanya menjadi fondasi yang harus berjalan bersama jika PKB ingin menjaga keberlanjutan perjuangan politiknya di Pati.
(ADV)










