Batik Bakaran Jadi Sorotan Festival Adhi Loka, Narso Tekankan Promosi Berkelanjutan

banner 468x60

PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKS, Narso, mengapresiasi Kecamatan Juwana yang menampilkan Batik Bakaran dalam Festival Kebudayaan Adhi Loka Pati 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati.

Menurut Narso, penampilan tersebut menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan Batik Bakaran kepada masyarakat yang lebih luas. Sebagai salah satu warisan budaya yang identik dengan wilayah Juwana, Batik Bakaran dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sekaligus diperkenalkan kepada generasi muda.

“Saya mengapresiasi Kecamatan Juwana yang membawa Batik Bakaran dalam Festival Adhi Loka. Ini menjadi ruang yang sangat baik untuk mempromosikan salah satu kekayaan budaya kita. Selama ini Batik Bakaran sudah dikenal sebagai salah satu batik khas Pati, tetapi tentu harus terus diperkenalkan agar semakin dikenal masyarakat luas,” ujar Narso.

Narso yang juga berasal dari Kecamatan Juwana menilai festival budaya seperti Adhi Loka memiliki peran penting dalam memperkenalkan potensi lokal masing-masing wilayah. Menurutnya, kehadiran Batik Bakaran dalam karnaval tidak hanya menunjukkan keindahan produk budaya, tetapi juga membawa cerita tentang masyarakat dan tradisi membatik yang berkembang di Juwana.

Ia berharap promosi Batik Bakaran tidak berhenti pada kegiatan festival, tetapi dapat dilanjutkan melalui berbagai kegiatan pemerintah maupun masyarakat. Dengan promosi yang berkelanjutan, Batik Bakaran diharapkan semakin dikenal di luar Kabupaten Pati dan memiliki pasar yang lebih luas.

“Jangan hanya ditampilkan ketika ada festival. Batik Bakaran harus terus kita promosikan dalam berbagai kesempatan, termasuk melalui kegiatan pemerintahan, pariwisata, pendidikan maupun ekonomi kreatif. Semakin sering diperkenalkan, peluang untuk memperluas pasar juga semakin besar,” jelasnya.

Narso menambahkan, pengembangan Batik Bakaran juga harus melibatkan generasi muda dan para perajin lokal. Menurutnya, keberlanjutan sebuah warisan budaya sangat bergantung pada adanya regenerasi sekaligus kemampuan untuk mengikuti perkembangan zaman tanpa menghilangkan karakter khas Batik Bakaran.

“Kita ingin Batik Bakaran tetap memiliki akar tradisi, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan zaman. Kalau budaya, kreativitas anak muda dan ekonomi kreatif bisa dipadukan, Batik Bakaran tidak hanya menjadi kebanggaan Juwana, tetapi juga menjadi salah satu ikon budaya Kabupaten Pati,” pungkasnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *