Donasi Buku Jadi Langkah Awal Penguatan Perpustakaan Desa di Pati

banner 468x60

PATI, ynmedia.co.id — Pengembangan perpustakaan desa di Kabupaten Pati mulai dibangun melalui penguatan koleksi bacaan. Gerakan donasi buku menjadi salah satu langkah awal untuk menghadirkan bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebelum perpustakaan berkembang dengan fasilitas dan kegiatan yang lebih lengkap.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Danu Ihsan HC, mengatakan ketersediaan buku merupakan fondasi penting dalam membentuk perpustakaan desa. Menurutnya, keberadaan bangunan atau ruang perpustakaan akan kurang optimal apabila tidak didukung koleksi yang dapat diakses masyarakat.

“Kalau kita ingin membangun perpustakaan desa, tentu harus dimulai dengan menyediakan bahan bacaan. Donasi buku ini menjadi langkah awal agar desa memiliki koleksi yang bisa langsung dimanfaatkan masyarakat,” kata Danu.

Ia menilai pengembangan perpustakaan tidak harus dilakukan sekaligus. Desa dapat memulai dari koleksi yang tersedia, kemudian secara bertahap menambah fasilitas, memperkaya bahan bacaan, serta mengembangkan berbagai kegiatan yang mampu menarik minat masyarakat.

Menurut Danu, pola tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam membangun budaya literasi. Pemerintah dapat memberikan dukungan melalui kebijakan dan program, sementara masyarakat memiliki ruang untuk berkontribusi melalui donasi maupun kegiatan membaca.

Gerakan donasi buku tersebut juga telah diperkuat melalui Surat Edaran Bupati Pati Nomor 000.4/18/2026 tentang Gerakan Donasi Buku dalam rangka mendukung pendirian dan pengembangan perpustakaan desa.

Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Pati mencatat sekitar 2.000 buku telah berhasil dihimpun. Koleksi tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan awal untuk membentuk embrio perpustakaan desa, dengan sekitar 200 buku untuk masing-masing desa pada tahap awal.

Danu menilai jumlah tersebut harus menjadi pijakan untuk pengembangan berikutnya. Koleksi buku perlu terus diperbarui dan ditambah agar perpustakaan mampu mengikuti kebutuhan masyarakat serta tidak berhenti sebatas program pembentukan.

“Yang penting setelah embrionya terbentuk, ada keberlanjutan. Koleksinya bisa terus ditambah, kegiatannya dihidupkan, dan masyarakat diberi ruang untuk memanfaatkan perpustakaan sesuai kebutuhannya,” tuturnya.

Selain penambahan koleksi, ia mendorong pemerintah desa memberikan perhatian terhadap pengelolaan perpustakaan. Keberadaan pengelola yang aktif dinilai penting agar buku-buku yang telah terkumpul benar-benar digunakan dan perpustakaan dapat menjadi ruang kegiatan masyarakat.

Danu berharap gerakan tersebut dapat menjadi awal pemerataan akses literasi di Kabupaten Pati. Dengan hadirnya perpustakaan yang lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal, masyarakat desa diharapkan memiliki alternatif ruang untuk membaca, belajar, dan mendapatkan informasi.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *