DPRD Pati Minta PPL Perkuat Pendampingan Petani Palawija

banner 468x60

PATI, ynmedia.co.id — Perubahan pola tanam yang dilakukan petani akibat kemarau panjang dinilai perlu dibarengi dengan penguatan pendampingan di lapangan. DPRD Kabupaten Pati meminta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) lebih aktif membantu petani yang mulai beralih dari tanaman padi ke palawija.

Anggota DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, mengatakan peralihan komoditas bukan sekadar mengganti jenis tanaman. Petani juga harus memahami teknik budidaya yang sesuai agar tanaman mampu tumbuh optimal dalam kondisi ketersediaan air yang terbatas.

“Petani yang biasanya menanam padi kemudian beralih ke kedelai atau kacang-kacangan tentu membutuhkan penyesuaian. Di sinilah peran PPL harus benar-benar terasa,” kata Kastomo.

Menurutnya, Kecamatan Pucakwangi, Jaken, Jakenan, dan Winong menjadi beberapa wilayah yang mulai menyesuaikan pola tanam karena kondisi air yang tidak mencukupi untuk budidaya padi.

Kastomo menilai PPL memiliki posisi penting dalam membantu petani menentukan langkah budidaya. Pendampingan dapat mencakup pemilihan varietas, persiapan lahan, pemupukan, hingga upaya mengantisipasi serangan hama dan penyakit tanaman.

“Jangan hanya memberikan teori. Penyuluh harus melihat kondisi lahan dan memberikan solusi yang memang bisa diterapkan petani,” ujarnya.

Selain pendampingan teknis, ia mendorong pemerintah daerah memperkenalkan varietas palawija yang memiliki kemampuan beradaptasi lebih baik terhadap kondisi kering. Pemilihan varietas yang tepat dinilai dapat membantu meningkatkan peluang keberhasilan panen.

“Kalau varietasnya tepat dan teknik budidayanya benar, peluang hasilnya tentu lebih baik. Petani juga tidak terlalu khawatir ketika menghadapi musim kering,” jelas Kastomo.

Ia menegaskan pendampingan sebaiknya tidak berhenti setelah petani melakukan penanaman. PPL diharapkan terus mengikuti perkembangan tanaman hingga memasuki masa panen sehingga berbagai kendala yang muncul dapat segera ditangani.

Dengan pendampingan yang lebih intensif, Kastomo berharap peralihan ke palawija dapat menjadi langkah adaptasi yang produktif bagi petani di tengah kemarau panjang.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *