GSMS Jadi Jembatan Regenerasi Seniman dan Pelestarian Budaya

banner 468x60

PATI, ynmedia.co.id – DPRD Kabupaten Pati menilai program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) memiliki peran penting dalam menyiapkan regenerasi seniman sekaligus menjaga keberlangsungan seni dan budaya daerah. Program tersebut dinilai mampu mempertemukan generasi muda dengan para pelaku seni secara langsung di lingkungan pendidikan.

Anggota Komisi D DPRD Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Adhi Pamungkas, mengatakan regenerasi merupakan bagian penting dalam upaya mempertahankan kesenian agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, keberadaan seniman sebagai pendamping dalam GSMS memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengenal kesenian dari orang-orang yang memiliki pengalaman langsung di bidang tersebut.

“GSMS ini bukan hanya soal mengajarkan anak-anak untuk bisa menampilkan sebuah karya. Lebih dari itu, ada proses transfer pengetahuan dan pengalaman dari seniman kepada generasi muda. Ini yang menjadi modal penting untuk regenerasi pelaku seni di Pati,” ujar Adhi.

Ia menilai pelajar perlu diberikan kesempatan mengenal berbagai kesenian sejak dini. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga memiliki peluang untuk menjadi pelaku yang meneruskan kesenian tersebut di masa mendatang.

Adhi juga mengapresiasi gelar karya GSMS yang memberikan ruang kepada siswa untuk menunjukkan hasil proses belajar mereka. Menurutnya, panggung pertunjukan menjadi bagian penting karena dapat meningkatkan keberanian sekaligus memberikan pengalaman kepada para pelajar.

“Anak-anak yang hari ini tampil di panggung bisa saja menjadi seniman Pati di masa depan. Karena itu, proses pembinaan seperti ini harus dijaga kesinambungannya. Jangan sampai berhenti setelah satu kegiatan selesai,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut mendorong agar program pembinaan seni di sekolah dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak seniman lokal. Menurutnya, seniman daerah memiliki peran strategis dalam memperkenalkan kekayaan budaya Pati kepada generasi penerus.

Selain itu, ia berharap sekolah dapat memberikan ruang yang cukup bagi kegiatan seni sebagai bagian dari pengembangan potensi peserta didik. Pembelajaran seni dinilai dapat berjalan beriringan dengan pendidikan akademik maupun pembentukan karakter.

“Pelestarian budaya tidak bisa hanya mengandalkan generasi sekarang. Harus ada generasi penerus yang memahami, mencintai dan mampu mengembangkan kesenian tersebut. Sekolah menjadi salah satu tempat yang sangat strategis untuk membangun proses regenerasi itu,” katanya.

Adhi menambahkan, pelestarian budaya juga perlu dikemas secara kreatif agar semakin dekat dengan kehidupan anak muda. Nilai-nilai budaya tetap dipertahankan, sementara cara mengenalkannya dapat menyesuaikan perkembangan zaman.

“Kita ingin budaya Pati tetap hidup dan berkembang. Salah satu kuncinya adalah memastikan anak-anak muda menjadi bagian dari proses tersebut. Kalau regenerasinya berjalan, kita optimistis kesenian dan budaya Pati akan terus memiliki tempat di tengah masyarakat,” tandasnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *