PATI, ynmedia.co.id – Pemerintah Kabupaten Pati tidak ingin kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong berhenti pada penanganan korban. Setelah kejadian tersebut masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB), Pemkab Pati memastikan proses investigasi penyebab kejadian turut dikawal hingga tuntas.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, pemerintah daerah saat ini masih melakukan sinkronisasi data korban sekaligus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan berjalan maksimal.
Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan agar penyebab munculnya keluhan kesehatan pada siswa dan guru dapat diketahui berdasarkan pemeriksaan resmi.
“Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” kata Chandra.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan mengambil kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan resmi diperoleh. Evaluasi akan dilakukan bersama pihak-pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan, fasilitas kesehatan, sekolah, SPPG, dan BGN.
Di sisi lain, keselamatan korban tetap menjadi prioritas Pemkab Pati. Chandra memastikan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung pemerintah daerah.
“Tadi saya juga video call para korban dan memastikan kondisi terkini mereka serta menyampaikan bahwa seluruh pengobatan akan ditanggung oleh Pemkab,” ujarnya.
Laporan hingga Kamis dini hari menyebutkan sekitar 45 anak dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati masih menjalani rawat inap di RSUD RAA Soewondo dan Rumah Sakit Mitra Bangsa.
Sementara korban yang tidak menjalani rawat inap tetap menjadi perhatian. Pemkab Pati menerjunkan tenaga kesehatan untuk melakukan pemantauan, termasuk mendatangi rumah siswa yang masih mengalami keluhan.
“Misalkan ada yang masih sakit, kita minta tenaga kesehatan untuk datang ke rumah siswa-siswa tadi,” kata Chandra.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua siswa dan masyarakat Kabupaten Pati atas kejadian tersebut. Pemkab, lanjutnya, akan terus berupaya agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
“Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Pati, kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Pati,” pungkasnya.
Pemkab Pati berharap hasil investigasi nantinya dapat memberikan gambaran jelas mengenai penyebab kejadian sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat keamanan pangan dan proses distribusi MBG ke depan.
(ADV)










