Usai Kasus Gembong, DPRD Pati Tekankan Standar Keamanan Menu MBG

banner 468x60

PATI, ynmedia.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai perlu menempatkan keamanan pangan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pemenuhan gizi siswa. Hal itu disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyusul dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa di Kecamatan Gembong.

Teguh mengatakan tujuan utama MBG memang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekolah. Namun, manfaat tersebut tidak akan optimal apabila makanan yang diberikan tidak memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.

Menurutnya, evaluasi terhadap menu MBG perlu dilakukan secara rutin. Tidak hanya kandungan gizi, kualitas bahan baku, komposisi makanan, hingga proses pengolahan juga harus menjadi bagian dari pemeriksaan.

“Program MBG tujuannya sangat baik, tetapi kualitas gizinya harus berjalan bersama dengan keamanan pangan. Menu dan proses pengolahannya perlu dievaluasi secara berkala supaya tidak ada makanan yang justru menimbulkan persoalan kesehatan bagi siswa,” ujar Teguh.

Ia menilai evaluasi seharusnya menjadi bagian dari mekanisme peningkatan kualitas, bukan dianggap sebagai bentuk beban bagi penyedia makanan. Setiap temuan yang muncul dapat digunakan untuk memperbaiki proses pengelolaan MBG ke depannya.

Teguh juga mendorong agar standar pengolahan makanan diterapkan secara konsisten oleh seluruh penyedia MBG. Dengan demikian, kualitas makanan yang diterima siswa dapat lebih terjamin, baik dari sisi kandungan gizi maupun keamanan pangan.

Komisi D DPRD Pati, lanjutnya, akan terus memberikan perhatian terhadap pelaksanaan MBG, terutama pada aspek yang berkaitan dengan kesehatan dan pendidikan.

Menurut Teguh, keberhasilan program tersebut bukan hanya dilihat dari jumlah makanan yang tersalurkan kepada siswa. Lebih dari itu, makanan yang diberikan harus mampu mendukung tumbuh kembang anak tanpa menimbulkan risiko bagi kesehatan.

“Jangan sampai niat baik program untuk memenuhi kebutuhan gizi justru terganggu karena aspek keamanan makanan tidak diperhatikan,” tandasnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *