PATI, ynmedia.co.id — Pengembangan budidaya nila salin di Kabupaten Pati dinilai perlu dimulai dari penguatan sektor pembenihan. Ketersediaan indukan unggul menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas benih sebelum nantinya dibudidayakan oleh para petambak.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PPP, Yassin Shodiq, mengatakan pemerintah daerah perlu mengambil peran dalam membuka akses terhadap indukan berkualitas. Menurutnya, pembenih akan kesulitan menghasilkan bibit yang baik apabila kualitas indukan belum terjamin.
“Indukan itu fondasi awal pembibitan. Kalau kualitas induknya tidak terjamin, kita juga akan kesulitan menjaga mutu benih yang dihasilkan. Karena itu, pemerintah perlu membantu membuka akses terhadap indukan yang benar-benar berkualitas,” ujar Yassin.
Ia menilai persoalan akses indukan tidak semestinya sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembenih. Terutama bagi pembenih skala kecil, biaya dan keterbatasan jaringan dapat menjadi kendala ketika harus mendapatkan indukan unggul dari luar daerah.
Karena itu, Yassin mendorong adanya fasilitasi dari pemerintah melalui unit pembenihan maupun kerja sama dengan lembaga yang memiliki kemampuan dan pengalaman dalam pengembangan nila salin.
“Kalau indukan berkualitas bisa tersedia di Pati, pembenih lokal akan lebih mudah berkembang. Mereka tidak harus mencari sendiri ke luar daerah dengan biaya dan risiko yang lebih besar,” katanya.
Menurut Yassin, penyediaan indukan unggul juga perlu diikuti dengan pendampingan teknis. Pembenih perlu mendapatkan pemahaman mengenai pemeliharaan indukan, proses reproduksi, hingga cara menjaga mutu benih yang dihasilkan.
Ia menegaskan, pengembangan nila salin tidak cukup hanya diukur dari banyaknya benih yang mampu diproduksi. Kualitas bibit harus menjadi perhatian sejak tahap awal agar mampu mendukung hasil budidaya ketika memasuki masa pembesaran.
“Jangan hanya mengejar jumlah. Kita harus memastikan bibit yang dihasilkan memang baik. Kalau kualitasnya terjaga sejak indukan, petambak akan mendapatkan manfaat yang lebih besar saat budidaya,” tandas Yassin.
Yassin berharap penguatan pembenihan dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan nila salin di Pati. Dengan dukungan indukan berkualitas, pembenih lokal diharapkan mampu berkembang sekaligus menyediakan bibit yang lebih baik bagi kebutuhan petambak.
(ADV)










