Kastomo: Turnamen Voli Jadi Ruang Positif bagi Generasi Muda Winong

banner 468x60

PATI, ynmedia.co.id — Kegiatan olahraga di tingkat desa dinilai dapat menjadi salah satu sarana positif untuk mengarahkan generasi muda. Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Winong menjadi salah satu contoh kegiatan yang memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk menyalurkan hobi, membangun kebersamaan, sekaligus mengembangkan potensi.

Anggota DPRD Pati Fraksi PKB, Kastomo, mengatakan keberadaan ruang aktivitas bagi generasi muda sangat penting. Menurutnya, anak-anak muda perlu mendapatkan wadah yang sesuai dengan minat mereka agar energi dan waktu dapat disalurkan melalui kegiatan yang produktif.

“Anak-anak muda memang perlu diberikan ruang untuk berkegiatan. Kalau mereka mempunyai hobi olahraga, turnamen seperti ini menjadi tempat yang tepat untuk menyalurkan minat sekaligus menunjukkan kemampuan,” ungkap Kastomo.

Ia menilai kegiatan olahraga juga dapat menjadi alternatif dari berbagai aktivitas yang kurang produktif. Menurutnya, generasi muda sebaiknya memiliki lebih banyak pilihan kegiatan yang mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan.

“Jangan sampai anak-anak muda hanya menghabiskan waktu untuk bermain game atau sekadar nyangkruk. Kalau ada kegiatan olahraga, mereka bisa berkumpul dalam suasana yang positif sekaligus melakukan sesuatu yang menghasilkan,” tuturnya.

Selain memberikan manfaat secara fisik, Kastomo menyebut kompetisi olahraga juga mengajarkan berbagai nilai kepada generasi muda. Mulai dari kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, hingga kemampuan menerima hasil pertandingan.

“Dalam olahraga ada banyak pembelajaran. Mereka belajar bekerja sama dalam tim, menghargai lawan, menjaga sportivitas, dan menerima kemenangan maupun kekalahan dengan baik,” katanya.

Kastomo berharap turnamen voli antar desa tersebut dapat terus dipertahankan dan dikembangkan. Ia menyebut jumlah peserta juga perlu diperluas agar semakin banyak pemuda yang mendapatkan kesempatan mengikuti kompetisi.

“Kalau bisa ke depan pesertanya semakin banyak. Tahun ini memang delapan tim, sementara sebelumnya sempat belasan tim. Semakin banyak yang ikut, semakin luas pula kesempatan anak-anak muda untuk menunjukkan kemampuan,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan jumlah peserta juga akan membuat persaingan semakin kompetitif. Kondisi tersebut dinilai baik bagi perkembangan pemain karena mereka akan mendapatkan lawan dan pengalaman yang lebih beragam.

“Kompetisi yang semakin ramai tentu akan membuat persaingan semakin bagus. Dari persaingan itu kualitas pemain juga bisa meningkat,” imbuh Kastomo.

Ia berharap dari turnamen tingkat kecamatan tersebut nantinya muncul pemain-pemain yang mampu bersaing di tingkat Kabupaten Pati. Karena itu, keberlanjutan kompetisi dan pembinaan dinilai harus berjalan beriringan.

“Harapannya, dari Winong akan muncul pemain-pemain muda yang punya kualitas. Mereka jangan hanya berhenti di kompetisi antar desa, tetapi bisa mendapatkan kesempatan untuk naik ke tingkat kabupaten,” tandasnya.

Adapun hasil akhir turnamen menempatkan Desa Winong sebagai juara pertama, disusul Parang Garudo Desa Godo sebagai juara kedua dan Pemuda Desa Pekalongan sebagai juara ketiga.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *