PATI, ynmedia.co.id — Kerusakan jalan penghubung Desa Ngablak menuju Desa Gesengan, Kecamatan Cluwak, tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Kondisi tersebut juga dinilai berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya petani yang memanfaatkan jalur itu untuk mengangkut hasil pertanian.
Sekitar 300 meter badan jalan mengalami kerusakan cukup parah. Aspal di sejumlah bagian telah mengelupas dan menyisakan lubang serta permukaan tidak rata yang membuat kendaraan pengangkut barang harus melintas dengan kecepatan rendah.
Anggota DPRD Pati, Yoga, mengatakan keberadaan infrastruktur jalan yang layak memiliki peran penting bagi masyarakat pedesaan. Terlebih, sebagian warga di wilayah tersebut menggantungkan aktivitas ekonominya pada sektor pertanian.
“Petani membutuhkan akses yang lancar untuk membawa hasil panen. Kalau kondisi jalannya rusak seperti ini, perjalanan menjadi lebih lama dan kendaraan juga lebih cepat mengalami kerusakan,” ujar Yoga.
Menurutnya, persoalan infrastruktur jalan berkaitan langsung dengan kelancaran distribusi komoditas dari desa. Jalan yang baik akan mempermudah hasil pertanian dibawa menuju pasar maupun tempat penjualan lainnya.
Sebaliknya, kerusakan jalan berpotensi meningkatkan beban masyarakat karena kendaraan pengangkut harus menghadapi medan yang lebih sulit.
“Jangan melihat perbaikan jalan hanya dari sisi fisiknya. Ada kegiatan ekonomi warga yang bergantung pada akses tersebut. Ketika distribusi terganggu, petani juga yang akhirnya merasakan dampaknya,” katanya.
Selain digunakan untuk mengangkut hasil pertanian, jalan Ngablak-Gesengan menjadi jalur masyarakat untuk menuju pasar, sekolah, kantor kecamatan dan berbagai fasilitas lainnya. Setiap hari ruas tersebut dilalui kendaraan warga dari sejumlah desa.
Yoga meminta DPUTR Kabupaten Pati memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut. Terlebih, usulan perbaikan disebut telah disampaikan sebelumnya kepada pemerintah daerah.
“Harapan kami ada prioritas berdasarkan kebutuhan masyarakat. Jalan yang menjadi akses produksi dan setiap hari digunakan warga tentunya perlu mendapat penanganan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan,” ungkapnya.
Ia menilai perbaikan ruas sekitar 300 meter tersebut akan memberikan dampak besar terhadap mobilitas masyarakat, meskipun panjang jalan yang mengalami kerusakan relatif terbatas.
“Kalau aksesnya kembali baik, masyarakat lebih mudah membawa hasil pertanian dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Infrastruktur yang baik pada akhirnya ikut membantu perputaran ekonomi desa,” pungkas Yoga.
(ADV)










