PATI, ynmedia.co.id – Gangguan produksi akibat rendahnya pasang air laut menjadi persoalan yang tengah dihadapi petani garam di Kecamatan Batangan. Namun, Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PPP, Yassin Shodiq, menilai perhatian pemerintah juga perlu diarahkan pada aspek pemasaran dan penyerapan hasil produksi.
“Petani membutuhkan dua kepastian, yaitu bisa berproduksi dan hasil produksinya bisa terserap dengan harga yang layak. Jangan sampai produksi berhasil tetapi pemasaran justru menjadi persoalan,” kata Yassin.
Kabupaten Pati memiliki potensi garam yang besar. Ribuan hektare lahan produksi tersebar di kawasan pesisir dan menjadi sumber penghasilan masyarakat.
Saat ini, persoalan air menjadi kendala bagi petani di Batangan. Rendahnya pasang laut membuat air sulit masuk ke tambak sehingga proses produksi terhenti di sejumlah lokasi.
Yassin mengatakan penguatan kelompok petani maupun koperasi dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan posisi tawar petani.
“Kalau petani mempunyai kelembagaan yang kuat, posisi tawarnya juga akan lebih baik. Pemerintah bisa membantu dari sisi akses pasar, sarana produksi maupun peningkatan kualitas garam,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah juga perlu memastikan adanya komunikasi yang baik antara petani, pengepul, koperasi dan pihak yang membutuhkan garam.
Ia berharap persoalan pasokan air segera teratasi sehingga petani dapat kembali berproduksi.
“Yang paling penting sekarang produksi bisa berjalan kembali. Setelah itu, pemerintah harus memastikan hasil produksi petani tidak kesulitan mencari pasar,” pungkas Yassin.
(ADV)










