PATI, ynmedia.co.id — Penyesuaian kemampuan keuangan daerah dalam pembahasan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 dinilai tidak boleh mengurangi perhatian terhadap pembangunan pendidikan. Sektor tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang yang hasilnya tidak selalu dapat diukur dalam waktu singkat.
Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, mengatakan pembangunan pendidikan memiliki dampak yang jauh lebih panjang dibandingkan satu periode anggaran. Karena itu, perubahan ruang fiskal harus diikuti dengan strategi belanja yang tetap menjaga keberlanjutan program pendidikan.
“Pendidikan jangan hanya dilihat dari besarnya anggaran yang dikeluarkan tahun ini. Yang dibangun adalah kualitas sumber daya manusia yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Teguh.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam menyikapi adanya penyesuaian plafon anggaran pendidikan pada Perubahan KUA-PPAS 2026. Menurutnya, perubahan tersebut perlu diikuti pemetaan program secara cermat agar efisiensi tidak menyentuh kebutuhan yang bersifat mendasar.
Teguh menilai pemerintah daerah tetap memiliki ruang untuk melakukan penghematan. Namun, kebijakan tersebut harus diarahkan pada belanja yang tingkat urgensinya lebih rendah, sementara program yang berpengaruh langsung terhadap mutu pendidikan perlu dipertahankan.
Menurutnya, investasi pendidikan memiliki cakupan luas. Tidak hanya menyangkut pembangunan maupun perbaikan sarana sekolah, tetapi juga peningkatan kompetensi guru, fasilitas pembelajaran, pengembangan potensi siswa serta program yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
“Dampak dari pendidikan memang tidak selalu terlihat dalam satu atau dua tahun. Tetapi kalau dukungannya dikurangi terlalu jauh, daerah bisa kehilangan kesempatan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang lebih baik,” katanya.
Ia berharap penyesuaian anggaran dalam KUA-PPAS 2026 tidak mengubah arah pembangunan pendidikan di Kabupaten Pati. Justru, kondisi fiskal yang ada dinilai dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kembali belanja agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Teguh juga meminta kebutuhan sektor pendidikan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penyusunan anggaran pada tahun berikutnya. Perencanaan yang dilakukan sejak awal dinilai akan membuat pemerintah daerah lebih siap menghadapi kebutuhan pendidikan yang terus berkembang.
“Efisiensi tetap diperlukan, tetapi jangan sampai menghilangkan posisi pendidikan sebagai prioritas. Hasil investasi pendidikan mungkin tidak langsung terlihat, namun dampaknya sangat menentukan masa depan daerah,” pungkasnya.
(ADV)










