PATI, ynmedia.co.id — Upaya menjadikan jeruk Pamelo sebagai komoditas unggulan Kabupaten Pati dinilai perlu diawali dengan pembenahan pada sektor budidaya. Dukungan terhadap petani, mulai dari penyediaan bibit bermutu hingga pendampingan teknis, dianggap menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas buah.
Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi Gerindra, Wisnu Wijayanto, mengatakan kualitas tanaman sangat dipengaruhi oleh bibit yang digunakan sejak awal. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan petani memperoleh bibit yang sesuai dengan kondisi lahan dan wilayah pengembangan.
“Kalau Pamelo ingin dikembangkan menjadi komoditas unggulan, dasar budidayanya harus kuat. Petani perlu mendapatkan bibit yang baik sekaligus pendampingan agar proses tanam hingga pemeliharaan bisa dilakukan dengan benar,” ujar Wisnu.
Menurutnya, dukungan pemerintah tidak cukup hanya berupa pembagian bibit. Petani perlu mendapatkan pengetahuan secara menyeluruh mengenai perawatan tanaman, mulai dari pemupukan, pengendalian hama dan penyakit hingga menentukan waktu panen.
Keterlibatan tenaga penyuluh pertanian dinilai dapat membantu petani menerapkan teknik budidaya sesuai karakteristik lahan. Pendampingan secara rutin juga diperlukan untuk mengatasi kendala yang muncul selama masa pertumbuhan tanaman.
“Jangan setelah bibit diberikan kemudian petani berjalan sendiri. Pendampingan perlu dilakukan sejak awal sampai panen supaya potensi hasilnya bisa maksimal,” katanya.
Wisnu juga menilai aspek pascapanen perlu mendapatkan perhatian. Buah Pamelo yang telah dipetik harus melalui proses penanganan dan penyortiran yang tepat agar kualitasnya tidak menurun sebelum sampai ke tangan konsumen.
Kemampuan petani dalam melakukan pemilahan, penyimpanan dan pengemasan juga dinilai dapat memberikan nilai tambah terhadap hasil panen.
“Buah yang kualitasnya sudah bagus harus dipertahankan sampai ke konsumen. Penanganan pascapanen yang kurang baik bisa membuat nilai jualnya ikut turun,” jelasnya.
Selain itu, Wisnu mendorong pemerintah melakukan pemetaan terhadap kawasan yang berpotensi menjadi sentra pengembangan Pamelo. Pemetaan tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan jenis bantuan maupun pola pendampingan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.
Ia berharap pengembangan komoditas Pamelo dilakukan secara konsisten dengan melibatkan pemerintah, kelompok tani dan tenaga penyuluh. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar program tidak berhenti pada peningkatan produksi semata.
“Kalau pemerintah, petani dan penyuluh bisa bekerja bersama, potensi Pamelo Pati tentu bisa dikembangkan lebih maksimal. Yang kita harapkan bukan hanya produksinya meningkat, tetapi kesejahteraan petaninya juga ikut naik,” pungkas Wisnu.
(ADV)










