DPRD Pati Minta Harga dan Volume Penyerapan Telur SPPG Diperjelas

banner 468x60

PATI, ynmedia.co.id — Mekanisme penyerapan telur produksi peternak lokal untuk kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pati dinilai perlu memiliki aturan yang lebih jelas. DPRD Pati mendorong adanya kesepakatan bersama terkait harga, jumlah kebutuhan, hingga standar kualitas telur.

Ketua Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PPP, Muslihan, mengatakan kepastian tersebut penting agar tidak muncul perbedaan mekanisme penyerapan di masing-masing SPPG.

Menurutnya, pengelola SPPG, peternak, dan pemerintah daerah perlu duduk bersama untuk membahas persoalan tersebut secara terbuka. Dengan begitu, harga yang menjadi acuan serta kebutuhan telur setiap SPPG dapat diketahui secara jelas.

“Supaya nanti clear, ada keseragaman bahwa penyerapannya nanti di masing-masing SPPG sekian harganya,” ujarnya.

Muslihan menjelaskan, keseragaman mekanisme tidak hanya menyangkut persoalan harga. Jumlah telur yang dibutuhkan setiap SPPG juga harus dihitung berdasarkan kebutuhan riil agar penyerapan dapat berjalan efektif.

“Kemudian dibutuhkannya berapa, itu juga harus jelas,” katanya.

Menurutnya, kepastian harga dan volume serapan akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Peternak dapat memperkirakan kebutuhan pasar dan produksinya, sementara SPPG memiliki gambaran mengenai ketersediaan pasokan yang harus dipenuhi.

Meski demikian, Muslihan mengingatkan agar pembahasan tidak hanya berfokus pada harga. Aspek kualitas telur juga harus menjadi bagian dari kesepakatan sehingga produk yang diserap sesuai dengan standar yang dibutuhkan untuk program pemenuhan gizi.

“Tidak menutup kemungkinan juga kualitas harus diutamakan. Tidak hanya harga, tetapi kualitas juga harus disesuaikan,” tegasnya.

Karena itu, DPRD Pati mendorong agar tidak ada pihak yang mengambil keputusan sendiri terkait mekanisme penyerapan. Forum bersama dinilai menjadi cara terbaik untuk menemukan pola yang dapat diterapkan secara seragam dan menguntungkan seluruh pihak.

Muslihan berharap komunikasi antara peternak dan SPPG dapat terus diperkuat sehingga persoalan harga, kebutuhan pasokan, maupun kualitas dapat diselesaikan melalui kesepakatan yang jelas.

“Nanti kita duduk bareng bersama,” pungkasnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *