Dugaan Keracunan MBG di Gembong, DPRD Pati Soroti Kondisi Psikologis Siswa

banner 468x60

PATI, ynmedia.co.id – Penanganan dugaan keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong dinilai tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan fisik siswa. Dampak psikologis yang muncul setelah kejadian tersebut juga perlu mendapat perhatian.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati dari Fraksi Golkar, Endah Sri Wahyuningati, mengatakan terdapat siswa yang mengaku mengalami trauma setelah menyantap makanan MBG. Kondisi tersebut menurutnya tidak boleh diabaikan dalam proses evaluasi.

“Kami berharap ini akan menjadi sebuah evaluasi supaya anak-anak juga tidak trauma. Karena tadi anak-anak juga ada yang bilang trauma,” ujar Endah.

Ia menjelaskan, pengalaman siswa terhadap makanan yang dikonsumsi juga beragam. Sebagian anak menyebut makanan yang diberikan memiliki rasa yang baik dan bahkan menghabiskannya. Namun, keluhan kesehatan tetap muncul setelah makanan dikonsumsi.

“Walaupun ada yang bilang tadi makannya sampai habis. Enak makanannya. Mereka enggak merasa itu basi, bau, enggak, tapi kok bisa menimbulkan efek seperti ini,” katanya.

Menurut Endah, kondisi tersebut menjadi alasan penting agar penyebab kejadian tidak ditentukan berdasarkan dugaan semata. Pemeriksaan secara ilmiah terhadap sampel makanan maupun faktor lain yang berkaitan dengan penyediaan makanan perlu dilakukan.

“Memang harus ada pemeriksaan khusus secara lab, apa yang membuat anak-anak menjadi keracunan,” tegasnya.

Ia berharap proses evaluasi nantinya mampu memberikan kepastian mengenai penyebab kejadian sekaligus menjadi dasar perbaikan pelaksanaan MBG. Lebih dari itu, langkah tersebut diharapkan dapat memulihkan rasa aman siswa serta kepercayaan para orang tua terhadap program tersebut.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *