PATI, ynmedia.co.id – Pelestarian budaya daerah dinilai dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kreatif. Kekayaan seni dan tradisi yang dimiliki Kabupaten Pati dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung sektor pariwisata.
Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi Gerindra, Yeti Kristianti, mengatakan beragam potensi budaya lokal perlu mendapat sentuhan kreativitas agar mampu mengikuti perkembangan zaman.
Menurutnya, seni tradisional, kerajinan, serta tradisi masyarakat tidak seharusnya hanya dipertahankan sebagai warisan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.
“Potensi budaya yang kita miliki bisa dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif. Yang penting bagaimana pengemasannya tetap menjaga identitas budaya, tetapi juga menarik untuk masyarakat,” ujar Yeti.
Ia menyebut pengembangan tersebut dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih modern tanpa menghilangkan karakter asli budaya Pati. Dengan demikian, nilai budaya tetap terjaga sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal.
Yeti juga menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam memperkenalkan berbagai kesenian dan tradisi lokal. Pemanfaatan media sosial dan platform digital dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan promosi budaya Pati.
“Anak-anak muda sekarang sangat dekat dengan teknologi. Ini bisa dimanfaatkan untuk membuat konten tentang budaya Pati agar dikenal lebih luas,” katanya.
Menurutnya, pengembangan budaya juga memiliki keterkaitan erat dengan pariwisata. Pertunjukan seni, festival budaya, maupun produk kerajinan khas daerah dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.
Karena itu, Yeti mendorong pemerintah daerah untuk memperbanyak ruang bagi komunitas seni dan pelaku ekonomi kreatif. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui festival, pameran, pertunjukan, hingga kegiatan promosi produk lokal.
“Ketika kegiatan budaya terus diberi ruang, manfaatnya bisa lebih luas. Pelaku seni mendapatkan tempat, UMKM bergerak, dan pariwisata juga ikut terdorong,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha dan generasi muda dinilai penting agar potensi budaya dapat terus berkembang.
“Budaya merupakan identitas daerah. Kita tidak hanya perlu mempertahankannya, tetapi juga harus mampu mengembangkannya agar tetap relevan dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkas Yeti.
(ADV)










