Komisi B DPRD Pati Nilai Kuliner Lokal Punya Peluang Besar Jadi Produk Unggulan

banner 468x60

PATI, ynmedia.co.id – Kekayaan kuliner lokal Kabupaten Pati dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan ekonomi kreatif daerah. Beragam makanan khas dan hasil olahan masyarakat dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai jual lebih tinggi.

Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Warsiti, mengatakan sektor kuliner memiliki keunggulan karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Jika dikembangkan dengan inovasi yang tepat, kuliner khas daerah tidak hanya menjadi makanan sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi produk unggulan yang memiliki pasar lebih luas.

“Pati memiliki banyak makanan dan olahan khas yang sebenarnya bisa dikembangkan. Tinggal bagaimana pelaku usaha berani melakukan inovasi sehingga produknya memiliki nilai tambah dan mampu mengikuti selera pasar,” kata Warsiti.

Menurutnya, pengembangan kuliner lokal dapat dilakukan melalui berbagai aspek, mulai dari varian produk, cita rasa, ukuran, kemasan hingga cara pemasaran. Inovasi tersebut penting agar makanan khas Pati dapat bersaing dengan produk dari daerah lain.

Warsiti menilai kemasan menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian. Produk kuliner yang memiliki cita rasa khas akan lebih mudah dipasarkan apabila dikemas secara menarik, praktis dan memiliki identitas yang kuat.

“Kadang produknya sebenarnya bagus, tetapi kemasannya belum mendukung. Padahal, kemasan juga menjadi bagian dari daya tarik ketika produk ingin masuk ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Ia juga mendorong pelaku usaha kuliner untuk memanfaatkan pemasaran digital. Media sosial dan platform penjualan daring dapat digunakan untuk memperkenalkan makanan khas Pati kepada konsumen di luar daerah.

Selain itu, menurut Warsiti, pemerintah daerah dapat berperan dalam mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai peluang pemasaran. Kegiatan pameran, festival kuliner dan agenda daerah dapat dimanfaatkan sebagai ruang promosi produk lokal.

“Pemerintah bisa membantu membuka ruang promosi. Pelaku usaha kemudian harus menjaga kualitas produknya agar ketika pasar sudah terbuka, konsumen tetap percaya dan mau membeli kembali,” jelasnya.

Warsiti menyebut pengembangan kuliner juga memiliki efek berantai terhadap perekonomian masyarakat. Ketika permintaan meningkat, pelaku usaha membutuhkan bahan baku, tenaga kerja dan berbagai jasa pendukung lainnya.

Karena itu, ia berharap kuliner lokal tidak hanya dikembangkan sebagai produk konsumsi, tetapi diarahkan menjadi bagian dari identitas ekonomi kreatif Pati. Pelaku usaha juga didorong untuk terus berinovasi dengan tetap mempertahankan karakter khas daerah.

“Jangan sampai ketika dikembangkan justru kehilangan ciri khasnya. Identitas lokal harus tetap dipertahankan, sementara inovasinya mengikuti kebutuhan konsumen,” ungkap Warsiti.

Ia optimistis kuliner dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkuat ekonomi kreatif Kabupaten Pati. Dengan inovasi, kualitas dan pemasaran yang semakin baik, produk kuliner lokal dinilai berpeluang menjangkau pasar di tingkat regional hingga nasional.

“Kalau produk lokal mampu dikemas dan dipasarkan dengan baik, kuliner Pati bukan hanya bisa dikenal masyarakat sendiri, tetapi juga bisa menjadi oleh-oleh dan produk unggulan yang dibawa ke luar daerah,” pungkasnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *